jump to navigation

Mastermind Pertama TDA Cikarang November 27, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
3 comments

Alhamdulillah acara Mastermind pertama TDA Cikarang telah berhasil dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 24-Nopember-07 di rumah Pak Afrizal dan dihadiri oleh 13 orang, diantaranya :  Afrizal (tuan rumah), M. Saidi, Ade Aan, Sangadi Budi W, Yusuf F, Bogi M, Anggun Putra, Teguh Harijanto, Chairul Saleh, Dede Supriatna, Jamrianto, Choirul Asyhar, Ahmad Fahmi, dan Lutfan. 

Pada pertemuan pertama tersebut secara garis besar diisi dengan perkenalan masing-masing anggota, latar belakang dan bisnis yang sedang ditekuni.  Acara dibuka dan sekaligus perkenalan oleh tuan rumah, Pak Afrizal, yang semuanya sudah tahu bisnis beliau sebagai distributor tunggal pakaian anak POETI Colection. 

Pak Ade Aan, mengawali karirnya sebagai IT Manager di sebuah perusahaan pelayaran lokal. Karena ada masalah di bisnis keluarga tersebut akhirnya beliau resign dan mulai beralih profesi sebagai pengusaha mandiri pada usia yang masih terbilang belia. Setelah usahanya berlangsung, setahun kemudian beliau mendapat mendapat tawaran dari sebuah pelayaran Swiss untuk bekerja di Hongkong sebagai IT Manager. Dua tahun bekerja panggilan jiwa untuk berbisnis mendorong beliau untuk resign pada saat beliau berada di puncak karir di perusahaan  pelayaran Internasional tersebut. Sekarang perusahaan pelayaran tersebut telah menjadi salah satu Client di perusahaan yang beliau pimpin, disamping perusaan-perusahaan lokal dan asing lainnya. Salut buat yang sudah full TDA, sukses ya Pak Ade…. 

Pak Bogi M, yang mengawali karir bisnisnya di bidang Voucher memulainya dari kecil yang akhirnya membesar sebagai dealer di luar kota yang diurus oleh adik beliau. Sekarang beliau menekuni bisnis bunga Anthurium yang sedang berkembang saat ini. Untuk mendapatkan bibit yang bagus dan bermutu, beliau import dari Amerika lho…. 

Pak Choirul Asyhar, bisnisnya berurusan dengan bidang pendidikan. Beliau pemilik kursus Bahasa Inggris NEC, yang beliau dirikan sejak beliau belum resign dari sebuah perusahaan di Jababeka, Cikarang. Sekarang setelah beliau resign, bisnis beliau menjadi lebih berkembang karena semua permasalahan dapat segera diketahui dan dibenahi. Beliau juga berpengalaman di bidang ekspor-impor dan koperasi. Angkat topi buat Pak Choirul yang sudah full TDA…       

Pak Ahmad Fahmi, walaupun masih bekerja sebagai TDB tapi bisnis sembako yang beliau rintis mulai dari retail kecil, sekarang sudah beranjak naik peringkat sebagai agen grosir yang mensuplai peritail-peritail disekitar tempat tinggal beliau. 

Pak Sangadi Budi dan Pak Teguh Harijanto, yang masih TDB tapi juga merangkap pemilik bisnis retail pakaian anak. Khabarnya beliau berdua ini juga merupakan salah satu agen POETI Colection. Pak Teguh ini sekarang juga aktif sebagai aktifis koperasi di tempat kerja beliau… 

Satu lagi anggota yang sudah full TDA, Pak Jamrianto, yang mempunyai bisnis busana muslim. Disamping sebagai peritail, beliau juga memproduksi sendiri busana muslim dengan cara maklon. Hebat ya…. 

Pak Anggun Putra dan Pak Yusuf F. sekarang berkolaborasi menangani bisnis Voucher. Sebagai agen, beliau mempunyai beberapa sub-agen yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga dengan cara profit sharing, salah satu upaya menebar rakhmat kepada sesama…. Alhamdulillah. 

Pak Saidi, walaupun masih TDB sudah mulai merintis bisnis percetakan. Beliau memulainya dengan cara mencari order dan pekerjaannya disalurkan ke perusahaan percatakan yang ada. Beliau mempunyai dream untuk mempunyai perusahaan percetakan sendiri. Semoga sukses Pak….. 

Pak Lutfan, juga masih TDB sekarang sudah mulai berbisnis ternak sapi dengan cara bekerjasama dengan seorang peternak secara bagi hasil, setelah ternaknya dibesarkan dan dijual. Satu lagi cara menebar rakhmat kepada sesama… 

Mengenai saya sendiri, Chairul Saleh, profil bisnis butiksulam saya bisa dilihat di https://chairulslh.wordpress.com/  

Alhamdulillah besar sekali manfaat Mastermind ini, menyatukan kami yang mempunyai satu visi sebagai tangan di atas dan menebar rakhmat kepada sesama. Kami jadi tahu bisnis masing-masing anggota, apa masalah yang pernah dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya.

Acara Mastermind berikutnya insyaALLAH akan diselenggarakan akhir bulan Desember’07, yang agendanya akan mendengarkan masalah spesifik yang sedang dihadapi setiap anggota dan mendengarkan pemecahan yang  mungkin dilaksanakan berdasarkan pengalaman anggota lain, serta menjalankan solusi yang disarankan sampai berhasil.

Juga ada ide merencanakan penyelenggaraan workshop yang akan mendatangkan bintang tamu. Kami berharap semua rencana tersebut dapat terselenggara dengan dukungan dan peran aktif semua anggota, amien ya robbal alamien….

Salam,

Chairul Saleh

Banyak cara untuk bisa bermanfaat bagi orang lain November 13, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
2 comments

Pada postingan saya terdahulu saya pernah menuliskan betapa sulitnya merekrut karyawan untuk tenaga sulam tangan di butiksulam kami (TULIP butiksulam.com). 

Setelah menuliskan hal tersebut, kami langsung membuat selebaran yang isinya mencari tenaga sulam tangan, dan akan dididik terlebih dahulu sebelum dipekerjakan. 

Dan, Alhamdulillah hasil selebaran tersebut langsung terasa. Banyak orang yang datang melamar. Istriku jadi lebih sibuk menseleksi berdasarkan ketrampilan dasar yang dipunyai setiap pelamar. 

Pada awalnya orang masih ragu-ragu untuk melamar dan bergabung. Tapi setelah melihat hasil yang diperoleh dari team yang sudah gabung dan ilmu sulam yang didapatkan, maka semakin banyaklah yang berminat untuk bergabung.  

Jadilah sekarang kami mempunyai tujuhbelas pesulam yang siap untuk produksi.Memang jumlah tersebut belum sesuai dengan target kami, tapi untuk sementara saya batasi dengan jumlah tersebut sambil meninjau proses produksi dan mengatur strategi kedepan untuk produksi dan pemasarannya. 

Saya merasa puas dan bersyukur sejauh ini bahwa niatan kami untuk membantu orang lain dan memberdayakan yang lemah sudah mulai tercapai, dan kami berharap bahwa kami diberikan kekuatan oleh Yang Maha Kuasa untuk memperbesar usaha kami sehingga dapt lebih banyak lagi yang bisa diberdayakan lewat TULIP butiksulam.com. Amien. 

Salam,

Chairul Saleh

Menjual produk di tempat yang tepat November 7, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
add a comment

Selasa kemarin (06-Nop-07) saya bertemu dengan Pak Haji Alay di Tanah Abang, sambil membawa beberapa tipe produk sulam TULIP sembari menjajaki untuk pemasaran produk tersebut ke Pak Haji. 

Dari hasil pembicaraan kami dengan Pak Haji, saya berkesimpulan bahwa produk TULIP butiksulam tidak cocok untuk dipasarkan secara grosir, tapi hanya cocok dijual di outlet retail atau melalui internet. 

Beberapa kemungkinan skenario sempat ditawarkan oleh Pak Haji untuk mempercepat produksi, yang kesemuanya masih belum memungkinkan untuk diimplementasikan untuk produk sulam TULIP dikarenakan sifat produk yang sangat khas dan cara pembuatannya yang sangat unik, tidak seperti produk sulam yang ada dipasaran saat ini. 

Kesimpulan ini didasari dengan kenyataan bahwa produk sulam TULIP dibuat secara handmade yang memerlukan ketelitian dan nilai seni yang tinggi, sehingga kecepatan produksi yang dihasilkan masih sangat terbatas dengan jumlah tenaga sulam yang kami miliki. 

Salam,

Chairul Saleh

Pentingnya silaturahmi dalam menjalankan bisnis. November 5, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
add a comment

Bersama H. AlaySilaturahmi sangatlah penting dalam kehidupan kita, seperti yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w.  

Manusia sebagai makhluk sosial memang memerlukan interaksi dengan sesama, baik untuk mendapatkan bantuan tenaga dari bawahan atau pembantu kita, untuk mendapatkan atau memberikan dukungan maupun mendapatkan nasihat atau masukan dari yang lebih mengerti dalam sesuatu hal. 

Suatu pengalaman menarik saya dapatkan ketika hadir dalam Halal Bi Halal (HBH) TDA (Tangan Di Atas) pada tanggal 03-Nopember-07 yang lalu di RM Omah Sendok. Beberapa hal yang dapat dipetik pada kesempatan tersebut, yang diantaranya berupa masukan (atau lebih tepatnya nasihat) tentang bisnis yang sedang saya jalani saat ini. 

Dari Pak Afrizal (POETI Collection) dan Pak Hadi Kuntoro (Si Raja Selimut) saya mendapatkan pembelajaran bahwa saya harus focus di bisnis saya. Hal tersebut menyadarkan saya bahwa apa yang telah saya lakukan telah membuat saya tidak fokus di TULIP butiksulam yang sedang saya jalani bersama istri saat ini. 

Dua minggu sebelum Romadhon yang lalu, saya telah menset-up sebuah bisnis retail sembako yang operasionalnya dijalankan oleh suami dari PRT (pembantu) kami. Pada awalnya sang pembantu mengeluhkan penghasilan suaminya yang sangat kecil sebagai tukang ojek, karena semakin banyaknya saingan ojek. Karena sang suami adalah bekas peretail sembako yang gulung tikar karena tempatnya berjualan kena gusur, maka saya berusaha menolongnya dengan mendirikan sebuah toko retail sembako. 

Sebenarnya sampai saat ini toko sembako kami yang telah memasuki bulan kedua setelah pembukaan, berjalan lancar sesuai rencana. Semua hal termasuk kontrol terhadap bisnis sembako tersebut dapat saya lakukan dengan baik.  Namun seperti yang dinasihatkan Pak Hadi bahwa energi yang saya butuhkan untuk mengendalikan bisnis retail sembako ini terlalu besar jika dibandingkan dengan hasil yang saya terima. Tapi saya berusaha ikhlas dan kembali ke niatan saya awal saya yaitu menolong orang yang sedang kesulitan. 

Dari Pak Rosihan (Owner SAQINA Group) saya mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga tentang bagaimana mensiasati pembeli dari berbagai tingkat daya beli yang berbeda. Beliau menuturkan bagaimana beliau di outlet SAQINA menampilkan beberapa brand kerudung dalam masing-masing rak display yang berbeda. Sehingga setiap calon pembeli dapat menentukan brand sesuai dengan kemampuannya, dan tidak keluar outlet tanpa membeli sesuatu dari SAQINA. Suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk diterapkan. 

Dalam kesempatan tersebut, saya beruntung dapat kesempatan berbincang dengan Pak Haji Alay (Sesepuh dan founder TDA). Saya sempat kurang pede pada saat ingin menemui beliau, tapi Pak Hadi mendorong saya dan memberitahu bahwa Pak Haji orangnya enak untuk diajak ngobrol. Dan ternyata benar, saya mendapatkan nasihat-nasihat yang berharga untuk mengembangkan bisnis TULIP butiksulam saya. Bahkan, hal yang tidak saya duga sebelumnya bahwa beliau menyarankan untuk membawa contoh produk saya untuk bisa beliau pasarkan di outlet beliau. 

Pelajaran menarik juga saya petik dari acara talk show dengan bintang tamu di HBH TDA kali ini, Pak Alfi. Bagaimana beliau merasa tertantang untuk memajukan TANDIKE, agen dan supplier peralatan olah raga naik gunung dan safety. Bagaimana trik beliau mendapatkan suplai langsung dari pabrikan di Jerman… Kisah selanjutnya akan saya share ditulisan saya yang lain. 

Salam,

Chairul Saleh

Cita-cita mempunyai sentra produksi November 1, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
5 comments

 Sejak awal berdirinya TULIP butiksulam, kami (saya & istri) mempunyai visi untuk mempunyai sentra produksi sendiri. 

Perintisan kearah itu sudah dimulai dengan merekrut tenaga kerja untuk sulam. Saya rasakan hal yang tidak mudah dalam proses perekrutan tenaga kerja sulam, karena yang kami inginkan adalah orang yang sudah memiliki paling tidak dasar-dasar sulam, yang untuk selanjutnya akan kami didik supaya menjadi pesulam tangan yang handal.

Banyak yang datang mendaftar, beberapa tidak memenuhi syarat dan  ada juga yang menolak ketentuan-ketentuan yang kami ajukan.

Dan, sejak proses perekrutan yang kami mulai dua minggu yang lalu, jumlah tenaga sulam yang bergabung hanya dapat dihitung dengan jari tangan, ….belum memenuhi harapan yang ditargetkan. 

Dari segi produksi kaos (yang akan disulam), kami mulai merintis dengan cara menjalin kerjasama dengan seorang produsen kaos rumahan yang ada di dekat pemukiman kami, dengan salah satu tujuan yang sesuai dengan misi awal kami untuk ikut membantu dan memberdayakan masyarakat bawah disekitar kami.

Walaupun masih awal sekali, alhamdulillah pesanan pertama sudah pada tahap kesepakatan harga dan kualitas kain yang akan dipakai. Tahap berikutnya adalah pematangan desain dan jangka waktu produksi.

Jika kualitas yang dihasilkan memenuhi standard yang kami inginkan, insyaAllah kerjasama akan kami lanjutkan ke skala yang lebih besar. Untuk kaos rajut, kami telah menjalin kerjasama dengan salah satu produsen kaos rajut di Jakarta Selatan, yang produknya sudah kami sulam dan kami pasarkan selama ini di outlet kami di SGC, Cikarang. Selain masalah SDM dan bahan, ada beberapa hal lagi di agenda kami kedepan yang akan kami laksanakan, diantaranya menyangkut packaging, pemasaran, dan lain-lain. Memang, menjalankan bisnis itu …is not so easy but you will enjoy it if you can do and struggle for it. 

Salam,

Chairul Saleh

Merintis bisnis TULIP butiksulam. Oktober 31, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
3 comments

Saya ingin sharing pengalaman saya merintis bisnis TULIP butiksulam.

Setelah istri mengalami keguguran kandungannya pada calon anak pertama kami, kami memutuskan istri untuk berhenti bekerja sebagai karyawan di salah satu bank swasta, sementara saya sendiri meneruskan karir saya sebagai karyawan (status sekarang amphibi / karyawan merangkap berbisnis). 

Sebagai alternatif kami berusaha mencari suatu usaha yang bisa dikerjakan istri dirumah. Munculah ide untuk mendirikan rumah jahit (butik) sesuai dengan hobi istri. Untuk itu istri mulai belajar menjahit secara serius di salah satu kursus menjahit ternama di Jakarta.  

Setelah kursus selesai, istri mulai menerima pesanan jahit yang awalnya datang dari para tetangga sekitar tempat tinggal kami.

Lama kelamaan, order masal mulai berdatangan seperti membuat seragam ibu-ibu jami’ah di sekolah anak kami. Seiring dengan berjalannya waktu, istri mulai mengembangkan kualitas jahitannya dilengkapi dengan sentuhan sulam tangan dan direspon positif oleh para pelanggan.

Maka istri mengembangkan pengetahuan sulamnya dengan kursus ke salah satu ahli sulam Indonesia yang bukunya banyak diterbitkan oleh Gramedia. Dengan pertolonganNYA, maka kami dapat membeli sebuah kios di sebuah mall di Cikarang, sebagai outlet produk fashion sulam yang kami beri nama TULIP embroidery boutique (TULIP butiksulam).

Dari outlet tersebut, permintaan akan produk fashion sulam terus meningkat, sehingga kami merekrut beberapa tenaga sulam yang sekarang dikomandani oleh seorang pesulam ex Mattel (pabrik boneka Barbie).  

Sebagai upaya peningkatan pelayanan kami kepada para pelanggan, kami sedang membuat sebuah website (web address masih belum saya release), sebagai salah satu alat komunikasi kami dengan pelanggan, untuk memudahkan pelanggan mengetahui secara cepat tentang perkembangan produk TULIP. 

Demikian sedikit sharing perjalanan kami merintis bisnis TULIP butiksulam, semoga menjadi inspirasi bagi para netter yang ingin memulai suatu usaha.  

Salam,

Chairul Saleh

Hello world! Oktober 31, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
1 comment so far

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!