jump to navigation

Pentingnya silaturahmi dalam menjalankan bisnis. November 5, 2007

Posted by chairulslh in Uncategorized.
trackback

Bersama H. AlaySilaturahmi sangatlah penting dalam kehidupan kita, seperti yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w.  

Manusia sebagai makhluk sosial memang memerlukan interaksi dengan sesama, baik untuk mendapatkan bantuan tenaga dari bawahan atau pembantu kita, untuk mendapatkan atau memberikan dukungan maupun mendapatkan nasihat atau masukan dari yang lebih mengerti dalam sesuatu hal. 

Suatu pengalaman menarik saya dapatkan ketika hadir dalam Halal Bi Halal (HBH) TDA (Tangan Di Atas) pada tanggal 03-Nopember-07 yang lalu di RM Omah Sendok. Beberapa hal yang dapat dipetik pada kesempatan tersebut, yang diantaranya berupa masukan (atau lebih tepatnya nasihat) tentang bisnis yang sedang saya jalani saat ini. 

Dari Pak Afrizal (POETI Collection) dan Pak Hadi Kuntoro (Si Raja Selimut) saya mendapatkan pembelajaran bahwa saya harus focus di bisnis saya. Hal tersebut menyadarkan saya bahwa apa yang telah saya lakukan telah membuat saya tidak fokus di TULIP butiksulam yang sedang saya jalani bersama istri saat ini. 

Dua minggu sebelum Romadhon yang lalu, saya telah menset-up sebuah bisnis retail sembako yang operasionalnya dijalankan oleh suami dari PRT (pembantu) kami. Pada awalnya sang pembantu mengeluhkan penghasilan suaminya yang sangat kecil sebagai tukang ojek, karena semakin banyaknya saingan ojek. Karena sang suami adalah bekas peretail sembako yang gulung tikar karena tempatnya berjualan kena gusur, maka saya berusaha menolongnya dengan mendirikan sebuah toko retail sembako. 

Sebenarnya sampai saat ini toko sembako kami yang telah memasuki bulan kedua setelah pembukaan, berjalan lancar sesuai rencana. Semua hal termasuk kontrol terhadap bisnis sembako tersebut dapat saya lakukan dengan baik.  Namun seperti yang dinasihatkan Pak Hadi bahwa energi yang saya butuhkan untuk mengendalikan bisnis retail sembako ini terlalu besar jika dibandingkan dengan hasil yang saya terima. Tapi saya berusaha ikhlas dan kembali ke niatan saya awal saya yaitu menolong orang yang sedang kesulitan. 

Dari Pak Rosihan (Owner SAQINA Group) saya mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga tentang bagaimana mensiasati pembeli dari berbagai tingkat daya beli yang berbeda. Beliau menuturkan bagaimana beliau di outlet SAQINA menampilkan beberapa brand kerudung dalam masing-masing rak display yang berbeda. Sehingga setiap calon pembeli dapat menentukan brand sesuai dengan kemampuannya, dan tidak keluar outlet tanpa membeli sesuatu dari SAQINA. Suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk diterapkan. 

Dalam kesempatan tersebut, saya beruntung dapat kesempatan berbincang dengan Pak Haji Alay (Sesepuh dan founder TDA). Saya sempat kurang pede pada saat ingin menemui beliau, tapi Pak Hadi mendorong saya dan memberitahu bahwa Pak Haji orangnya enak untuk diajak ngobrol. Dan ternyata benar, saya mendapatkan nasihat-nasihat yang berharga untuk mengembangkan bisnis TULIP butiksulam saya. Bahkan, hal yang tidak saya duga sebelumnya bahwa beliau menyarankan untuk membawa contoh produk saya untuk bisa beliau pasarkan di outlet beliau. 

Pelajaran menarik juga saya petik dari acara talk show dengan bintang tamu di HBH TDA kali ini, Pak Alfi. Bagaimana beliau merasa tertantang untuk memajukan TANDIKE, agen dan supplier peralatan olah raga naik gunung dan safety. Bagaimana trik beliau mendapatkan suplai langsung dari pabrikan di Jerman… Kisah selanjutnya akan saya share ditulisan saya yang lain. 

Salam,

Chairul Saleh

Komentar»

No comments yet — be the first.